Tren Mobil Listrik Beri Dampak dalam Harga Minyak Dunia


Tren Mobil Listrik Beri Dampak dalam Harga Minyak Dunia

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Suara. com berantakan Meningkatnya tren mobil listrik diperkirakan akan turut berpengaruh terhadap permintaan minyak dunia. Kejadian ini menjadi wajar karena mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) tidak lagi memerlukan bahan bakar seperti mobil populer. Sementara hybrid hanya menggunakan minyak bumi dalam kapasitas kecil.

Mengutip dari Paultan , dengan semakin banyaknya pengguna mobil listrik di berbagai negeri, diprediksi akan membuat permintaan minyak dunia menyusut hingga 70 komisi.

Dalam sebuah studi yang dirilis Carbon Tracker soal trend biaya mobil bertenaga listrik, diperlihatkan bahwa adanya transisi ke mobil listrik membuat China bisa menghemat hingga 80 juta dolar per tahun pada 2030.

Saat tersebut, impor minyak mentah memiliki bagian 1, 5 persen dari GDP (Gross Domestic Product) China dan juga 2, 6 persen dibanding GDP India. Kedua negara itu telah mengurangi ketergantungan dalam mengimpor minyak.

Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).

Peristiwa ini tidak lepas dari bervariasi insentif yang ditawarkan kedua negeri agar masyarakat segera beralih ke mobil listrik. Namun demikian, ongkos pembangunan infrastruktur mobil listrik di tiap negara memang tidak tersisih mahal.

Baca Pula: Resmi Meluncur dalam Indonesia, Ini Spesifikasi Mobil Listrik Lexus UX 300e

Biaya yang harus dikeluarkan pemerintah setempat diperhitungkan akan segera balik modal seiring trend mobil listrik itu tunggal. Terlebih bila harga mobil listrik dapat lebih terjangkau. Dengan serupa itu mobil bertenaga listrik lebih mampu dijangkau lebih banyak orang.

“Ini alternatif sederhana, negara memilih akan tetap bergantung pada minyak mentah yang mahal dari sisi produksi karena kartel asing atau memproduksi mobil listrik yang harganya diprediksi akan menurun seiring dengan berjalannya waktu, ” jelas Kingsmill Bond, Carbon Tracker Energy Strategy dan Lead Report Author .

Seperti diketahui harga baterai kendaraan listrik telah turun sebesar 20 persen pada satu dekade terakhir. Hal itu juga bisa menjadi pendorong turunnya harga mobil listrik.

Dalam sebuah analisis, diprediksi dalam 15 tahun ke pendahuluan biaya untuk mengoperasikan mobil minyak bumi bakal 10 kali lipat bertambah mahal ketimbang mobil bertenaga listrik.

Baca Juga: Mantap, Toyota Siap Penerapan Lokal Kendaraan Hybrid Mulai 2022