Tersedia 750. 000 Motor Listrik pada Indonesia pada 2025


Tersedia 750

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Kementerian Energi dan Sumber Gaya Mineral (ESDM) mencatat komitmen penyediaan kendaraan bermotor listrik berbasis aki (KBLBB) pada 2025 mencapai 19. 000 unit kendaraan roda empat dan 750. 000 unit kendaraan roda dua.

Berdasarkan data per 16 Desember 2020, Kementerian ESDM memperkirakan ketersediaan kendaraan listrik sebanyak tersebut berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 283 ribu ton CO2-e.

“Kita membutuhkan kerja yang luar lazim dan sinergi yang baik di dalam mengimplementasikan Program KBLBB agar tercapai target-target yang telah ditetapkan. Saya berharap Bapak dan Ibu terus dapat memberikan kontribusi terhadap Agenda KBLBB ini dengan segala denyut yang dapat dilakukan, ” prawacana Menteri ESDM Arifin Tasrif pada public launching KBLBB di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Kementerian ESDM menyatakan kontrak tersebut masih sementara karena angkanya terus bertambah seiring dengan karakter seluruh pemangku kepentingan mendukung KBLBB sebagai kendaraan masa depan dengan ramah lingkungan.

Menangkap Juga: Toyota Indonesia Paparkan Rencana Produksi 10 Mobil Listrik dalam 5 Tahun

Namun, angka tersebut menunjukkan bahwa jalan penyediaan dan pemanfaatan KBLBB betul besar dan dibutuhkan kerja cocok dan peran serta aktif dari seluruh unsur pentahelix ekosistem KBLBB.

Di dalam tahun 2030, pemerintah menargetkan terjadi penghematan devisa sebesar 1, 8 miliar dolar AS akibat pengurangan impor BBM setara 77 ribu bopd. Untuk mencapai kondisi tersebut, jumlah kendaraan listrik tahun 2030 ditargetkan sekitar 2 juta unit untuk kendaraan roda empat serta 13 juta unit untuk kendaraan roda dua.

Ada pun penggunaan organ listrik dengan target tersebut pada 2030 diharapkan dapat ikut menurunkan CO2 sebesar 11, 1 juta ton CO2-e.

Arifin menjelaskan, peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik juga didukung dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) & Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Pembangunan SPKLU dan SBKLU pun didukung oleh penerbitan Sistem Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, sebagai regulasi turunan dari Perpres 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Baca Serupa: Menhub Gunakan Mobil Listrik Hyundai Ioniq Sebagai Instrumen Dinas

Peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik juga didukung secara rencana pembangunan SPKLU di 2. 400 titik, dan SPBKLU dalam 10. 000 titik sampai dengan tahun 2025, serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB.