Dukung Pengembangan Kendaraan Terelektrifikasi, BSN Menetapkan SNI Baterai Listrik


dukung-pengembangan-kendaraan-terelektrifikasi-bsn-menetapkan-sni-baterai-listrik-2

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Suara.com – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait baterai listrik untuk mendukung program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

“Salah satu komponen terpenting dalam kendaraan listrik baik mobil maupun sepeda motor atau moped adalah baterai. Untuk itu, BSN telah menetapkan delapan SNI terkait baterai,” jelas Y Kristianto Widiwardono, Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektroteknika, Transportasi dan Teknologi Informasi BSN dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/7/2021).

SNI terkait baterai listrik itu antara lain adalah:

  • SNI IEC 62660 Sel lithium-ion sekunder untuk penggerak kendaraan listrik bagian 1 sampai dengan 3
  • SNI 8871:2019 Kendaraan bermotor berpenggerak listrik kategori M dan N – Sistem penyimpanan energi listrik mampu-isi-ulang / Rechargeable Electrical Energy Storage System (REESS) – Persyaratan keselamatan.
  • SNI 8872:2019 Kendaraan bermotor berpenggerak listrik kategori L – Sistem penyimpanan energi listrik mampu-isi-ulang/ Rechargeable Electrical Energy Storage System (REESS) – Persyaratan keselamatan.
  • SNI 8927:2020 Sistem baterai kendaraan bermotor listrik kategori L – Persyaratan Keselamatan Sistem baterai yang dapat dilepas dan ditukar (removable and swappable battery system)
  • SNI 8928:2020 Sistem baterai kendaraan bermotor listrik kategori L – Spesifikasi baterai yang dapat dilepas dan ditukar untuk kendaraan motor listrik.
Modul baterai kendaraan listrik yang akan dikembangkan Ford dan SK Innovation melalui usaha patungan [Ford via ANTARA].

Y Kristianto Widiwardono menuturkan bahwa SNI IEC 62660-3:2016 menetapkan prosedur pengujian dan kriteria keberterimaan untuk kinerja keselamatan sel sekunder lithium-ion dan blok sel yang digunakan untuk penggerak kendaraan listrik meliputi kendaraan listrik baterai atau Battery Electric Vehicles (BEV) dan Hybrid Electric Vehicles (HEV).

Baca Juga: Dukung Percepatan Program KBLBB, Peraturan sampai Pengadaan Bus Listrik Disiapkan

Kendaraan listrik baterai yang dimaksud adalah kendaraan listrik hanya dengan baterai sebagai sumber daya untuk penggerak kendaraan. Sementara, blok sel yakni sekelompok sel yang dikoneksikan bersama dalam konfigurasi paralel dengan atau tanpa perangkat pelindung, misalnya sekering atau positive temperature coefficient resistor (PTC) belum termasuk dari final housing, terminal arrangement dan electronic control device.

Penerapan SNI Baterai untuk kendaraan listrik sangat penting karena menyangkut masalah keamanan dan keselamatan pengendara.

Berbeda dengan aki mobil yang hanya memasok kebutuhan listrik untuk keperluan sekunder, baterai pada kendaraan listrik memiliki kapasitas yang jauh lebih besar karena digunakan sebagai sumber energi penggerak, sehingga baterai untuk kendaraan listrik harus bisa memberikan keyakinan pada masyarakat.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mencoba baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Jakarta [ANTARA/Afut Syafril]

Dengan baterai yang sesuai SNI akan dapat mengurangi risiko kecelakaan seperti kebakaran, konslet, atau tersetrum.

“Beberapa peristiwa mobil kebakaran karena konsleting oleh aliran listrik kemudian kebakaran. Dengan asumsi yang sama, baterai listrik juga diharapkan aman digunakan dalam kendaraan listrik,” ujar Y Kristianto Widiwardono.

Baca Juga: Ingin Beli Kendaraan Terelektrifikasi? Ini Regulasi Baru Pajak Mobil Listrik di Indonesia

Oleh karena itu, para perumus SNI menentukan SNI Baterai untuk menentukan kinerja keselamatan dasar dari sel yang digunakan dalam pak baterai sehingga potensi kejadian yang tidak diinginkan selama pengoperasian kendaraan listrik secara normal bisa dihindarkan.