Dialog Teknologi Kendaraan: Carmaker Diam-Diam Curi Data Pribadi Pengguna?


Dialog Teknologi Kendaraan: Carmaker Diam-Diam Curi Data Pribadi Pengguna?

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com berantakan Perusahaan bernama ARCCA yang memiliki spesialisasi dalam bidang rekonstruksi kecelakaan mobil dan penyelidikan forensik belum lama ini mengungkap bila sejumlah produsen mobil telah menyadap data pribadi konsumen. Tentunya secara diam-diam.

Dengan bantuan laptop, kira-kira peranti software, sekumpulan papan gelanggang, soket dan obeng, James Mason dari ARCCA berhasil menemukan kurang komputer yang saling berhubungan dan mampu menghasilkan 25 gigabyte bukti per jam dari semua pengawasan kendaraan.

Ia bahkan menemukan hal-hal seperti lokasi mobil, cara mengemudi, panggilan telepon yang terhubung dengan mobil, relasi yang menyertakan alamat, email, & bahkan foto pemilik kontak. Dan mengekstrak data dari sistem infotainment bekas Chevrolet Volt 2017 dengan dibelinya melalui eBay.

James Mason lulus menemukan data pemilik sebelumnya dengan secara teratur menelepon seseorang secara nama “Sweetie” di kontaknya. Kemudian bisa pula diketahui lokasi mengambil bensin, sering makan di restoran asal China dan menggunakan hp Samsung Galaxy Note.

Baca Juga: Kejar Tesla, Volkswagen Percepat Peralihan ke Kendaraan Listrik

Tesla Model Y. Sebagai ilustrasi buatan Tesla yang sarat teknologi gres [Shutterstock].

“Foto pribadi “Sweetie” juga bisa diambil dari sistem, ” sebutan James Mason dikutip dari Autoevolution .

Ahli “hacker” ARCCA itu mengungkapkan bahwa dia sudah meretas Ford yang merekam lokasi mereka, meski saat itu pola navigasi tidak digunakan dan beberapa besar pemilik juga tidak menyadari.

Jadi gambaran, General Motors sendiri mempunyai sekitar 11 juta mobil yang dilengkapi koneksi 4G-LTE, sementara dekat semua model seperti Audi, BMW, Toyota, Volkswagen, dan Mercedes-Benz gres sudah menggunakan konektivitas internet.

Bahkan model Tesla terbaru tidak hanya terus terhubung ke pembuat mobil melalui internet tetapi mampu mengumpulkan video sebab lingkungan sekitar. Dan tentu sekadar tak hanya carmaker ini dengan melakukan hal demikian.

“Banyaknya sensor & kamera pada mobil modern dapat terus mengirim data (terenkripsi) kembali ke server pembuat mobil dengan dapat disebut memiliki semua data itu dan mendapat apa dengan mereka inginkan, ” terang James Mason.

Baca Juga: Bos Ford Pertimbangkan Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Sudah terbukti bahwa mobil modern sanggup diretas, dan Internet of Things (IoT) dapat membuka peluang ke tingkat ancaman terhadap data awak konsumen. Peretasan jarak jauh tak hanya dapat membuka pintu ke pemilik mobil tetapi mampu mengontrolnya dari jarak jauh karena penuh mobil baru hadir dengan kontrol drive-by-wire, yang pada dasarnya laksana teknologi robot di atas roda.

Bertambah lanjut, ditegaskan James Mason, kalau ia tidak berbicara tentang perbudakan oleh robot, tetapi perlu diingat bila ada potensi buruk lantaran teknologi mobil modern.

“Siapa sebenarnya yang mengontrol tujuan semua data yang dikumpulkan oleh mobil masa kini dan bagaimana penggunaannya. Tidak tersedia undang-undang yang secara eksplisit melarang pembuat mobil menjualnya kepada pribadi pihak ketiga. Juga tidak tersedia cara untuk mengetahui apakah server pembuat mobil bisa diretas, ” tutup James Mason.