DFSK Beri Penjelasan, Mengapa Saat ini Baru Pasarkan Mobil Listrik Gelora E


Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Suara. com – PT Sokonindo Automobile (DFSK) sebenarnya sudah memperkenalkan mobil elektrik DFSK Gelora E pada awal 2020. Namun produk ini baru dipasarkan saat ini.

Menanggapi hal ini, Managing Director PT Sokonindo Automobile, Franz Wang menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan DFSK Gelora E baru mampu diniagakan.

“Kami harus melihat perkembangan rekan, regulasi pemerintah, dan kesiapan kami untuk memastikan organ ini bisa digunakan secara maksimal menunjang bisnis para konsumen di Indonesia, ” kata Franz Wang, di IIMS Hybrid 2021, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tatkala itu, Alexander Barus CEO PT Sokonindo Automobile menambahkan, pihaknya sudah memiliki program untuk merakit lokal Gelora E di Indonesia.

Baca Juga: Menparekraf Kontak Hyundai, Usahakan Mobil Elektrik untuk Destinasi Wisata

Mobil listrik DFSK Gelora E diperkenal dalam arena GIICOMVEC 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

“Saat ini DFSK Gelora E masih diimpor secara CBU tetapi untuk ke depannya ana akan memproduksi Gelora E sendiri di pabrik ana yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten, ” tegas Alexander Barus.

Sebagai informasi, DFSK Gelora E sudah menggunakan 100 persen energi listrik. Baterai yang digunakan Lithium-ion dengan kapasitas 42 kWH, dan sanggup buat menyuplai energi DFSK Gelora E sejauh 300 km.

Untuk pengisian daya, mobil ini sudah dilengkapi secara fitur fast charging. Dengan fitur ini maka pengisian daya baterai dari 20 persen hingga 80 persen dapat dilakukan hanya pada waktu 80 menit.

Konsumsi daya listruk pun hemat dan menjadi nilai tambah karena bisa mengurangi biaya operasional dengan ditimbulkan oleh penggunaan instrumen. DFSK Gelora E pas membutuhkan biaya energi sebesar Rp200 per km, ataupun setara dengan 1/3 sejak biaya operasional kendaraan menguntungkan konvensional.

Untuk DFSK Gelora E model minibus ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp510 juta – Rp520 juta dan model blind van dengan harga Rp480 juta – Rp490 juta.

Mengaji Juga: Kota Kendari Bakal Menjajaki Mobil Listrik Hyundai untuk Mobil Dinas