Chip Semikonduktor Langka, Daihatsu Tutur Aktivitas Produksi Masih Tenteram


chip-semikonduktor-langka-daihatsu-sebut-aktivitas-produksi-masih-aman-1

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Suara. com – Kepala Departemen Planning and Control PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Stefanus Surya mengatakan bahwa gawat pasokan chip semikonduktor dengan melanda pabrikan mobil ijmal sejauh ini tak menghalangi proses produksi pabrik Daihatsu.

“Kebetulan untuk Daihatsu Alhamdulillah, kami tidak banyak dampaknya, masih ada satu ideal yang terus kami pelajari supaya problem semi konduktor tidak menghambat supply saya, ” ujar Stefanus Surya kepada awak media, dalam sesi virtual conference.

Ia menambahkan, chip semikonduktor sebagai kebutuhan teknologi digital sangatlah berkembang. Seluruh serba online kemudian kemaluan teknologi sangat tinggi, jadi ada shifting kebutuhan semikonduktor untuk menunjang kebutuhan buatan.

“Tapi kami dari Toyota Grup terus pantau impact produksi, ” ungkap Stefanus Surya.

Baca Juga: Kereta Merta Pangeran Philip Memetik Ide dari Kelakar Bersama Sri Ratu

Ilustrasi chip semikonduktor [Shutterstock]

Meski berdimensi kecil, kelangkaan chip semikonduktor berhasil merepotkan para-para produsen mobil secara ijmal. Kekurangan terjadi, karena pada saat bersamaan, komponen tersebut dibutuhkan perusahaan otomotif sampai gadget.

Pasalnya lockdown era pandemi membuat banyak peristiwa mesti dilakukan di panti, termasuk tambahan kebutuhan laptop hingga game.

Di sisi lain, daya beli pada mobil juga tinggi, jadi kebutuhan pasokan benda itu semakin besar. Jadi tak heran bila raksasa Amerika Serikat seperti Ford Motor Company dan General Motors menangguhkan produksinya.

General Motors, sebagai salah satu dari carmaker terkemuka Negeri Paman Sam memperpanjang zaman pengurangan produksi di tiga pabrik yang berlokasi dalam Amerika Utara, setidaknya sampai paruh Maret karena kehinaan chip semikonduktor.

Lantas buat menjaga produksi tetap berlaku, General Motors memilih mewujudkan kendaraan yang memiliki menyaruk tertinggi, yaitu pickup dengan menjadi favorit konsumen Amerika Serikat, serta jenis-jenis Sport Utility Vehicle atau SUV.

Menangkap Juga: Tentu Covid-19, Atalia Praratya Ridwan Kamil Punya Vlog Motoculinary

Selain Ford serta General Motors, kekurangan chip telah mempengaruhi banyak produsen mobil, termasuk Toyota, Volkswagen, Stellantis, Renault, Subaru, Nissan, Honda, serta Mazda.