Apa Fungsi Fitur S-AWC dalam Mitsubishi Outlander PHEV?


apa-fungsi-fitur-s-awc-pada-mitsubishi-outlander-phev-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Perkataan. com – Mitsubishi Motors terus antusias menciptakan beragam fitur terkini untuk mobil-mobil produksinya. Meneladan salah satu teknologi kekinian adalah Super All Wheel Control (S-AWC), dan diaplikasikan pada model Mitsubishi Outlander PHEV.

Mengutip laman Mitsubishi , S-AWC berfungsi sebagai asisten pengurus kegiatan berkendara. Kemampuan dengan dimiliki adalah mampu menyerahkan prediksi cara mengatasi daerah, dan menghadirkan performa maksimal saat tunggangan melaju di kecepatan tinggi.

Teknologi S-AWC adalah perluasan dari teknologi sebelumnya yakni AWC. Versi ini ialah penyempurnaan pada sistem aktivis yang memiliki fitur Integrated Vehicle Dynamics Control System.

Mitsubishi Outlander PHEV saat diajak mengambil trek menanjak dalam uji ketahanan di Bali. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Lewat sistem pengendali, tenaga mobil serta pengereman dari keempat roda berfungsi secara otomatis mengenali perilaku mobil. Sehingga mampu membantu mengendalikan kendaraan pada berbagai permukaan jalan. Dengan teknologi ini maka pengemudi mobil akan merasa damai dan nyaman saat berkendara dan harus melakukan pengendalian manuver mobil di bermacam-macam kondisi jalan.

Baca Juga: Agar Harga Jual Kembali Tetap Tinggi, Ini Tips dari Mitsubishi

Dalam pengoperasiannya, teknologi canggih S-AWC terintegrasi dengan semua sensor di mobil, serupa ABS (Anti-lock Braking System), AYC (Active Yaw Control), dan Active Stability Control (ASC) dilengkapi Traction Control (TC).

Mitsubishi Outlander PHEV dibekali mesin bensin 2. 4 liter yang digabungkan dua motor listrik ataupun Twin Motor 4WD. Per tertanam di setiap bagian roda bagian depan dan belakang. Teknologi S-AWC di dalam Outlander PHEV memiliki fungsi untuk mengontrol Twin Motor 4WD dan AYC dengan terintegrasi.

S-AWC juga mengontrol distribusi tenaga mesin sebab keempat roda Mitsubishi Outlander PHEV secara individu, antara depan dan belakang dan kanan dan kiri. Jadi masing – masing roda dapat dikendalikan di semua kondisi jalan tanpa khawatir salah satunya kehilangan traksi. Selain itu, S-AWC selalu mengontrol distribusi pembagian gaya pada baterai secara indah.

Sebagai tiruan, saat Mitsubishi Outlander PHEV menikung, roda kiri serta roda kanan pasti membutuhkan tenaga yang berbeda. Sistem ini memberikan tenaga potensial pada baterai yang dikontrol oleh EMCU (Electric Motor Control Unit) di periode belakang, dan front PDU (Power Drive Unit) di bagian depan.

Motor listrik Outlander PHEV akan mengatur torsi mesin, juga torsi pengereman regeneratif antara motor listrik yang ada dalam depan dan belakang secara terpisah. Sehingga fungsi ABS dan ASC mendapat kontrol optimal.

Baca Juga: Jadi Komponen Krusial, Baterai Mobil Listrik Sebaiknya Tak Habis Total

Semua fungsi dari S-AWC itu akan membuat Mitsubishi Outlander PHEV jauh dari fakta ketidaknyamanan berkendara seperti understeer atau oversteer.